Home / Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan / Pertanyaan Yang Kerap Di Ajukan Sekitar Bahan Bakar Gas (Bbg)

Pertanyaan Yang Kerap Di Ajukan Sekitar Bahan Bakar Gas (Bbg)

(Last Updated On: December 28, 2016)

Pertanyaan yang kerap di ajukan sekitar Bahan Bakar Gas (BBG)

Konverter kit product dalam negeri memakai tabung fleksibel.

Sekitar bahan bakar gas untuk kendaraan

a. Gas apa sajakah yang umum dipakai untuk kendaraan?

Ada banyak gas yang bisa dipakai di bagian otomotif untuk kendaraan. Salah satunya yaitu gas NGV, LGV, Hidrogen dan sebagainya. Gas NGV (Alami Gas vehicle) yang umum di kenal dengan gas CNG (Compressed Alami Gas) serta LGV (Liquid Gas Vehicle) yaitu gas yang umum digunakan pada dunia otomotif. Sesaat klasifikasi gas LGV menurunkan lagi dua gas yang umum digunakan yakni gas LPG serta gas Vigas. Gas Vigas yaitu gas yang bakal dipakai di Indonesia nanti dengan oktan 98 serta cuma bisa diketemukan distasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Di Negara Jerman gas yang dipakai untuk klasifikasi LGV yaitu LPG serta bahkan juga untuk kendaraan umum seperti bis dalam kota telah memakai gas hidrogen. Hidrogen dapat juga dibuat dari air lewat sistem elektrolisis, tetapi sistem ini dengan cara komersial lebih mahal dari pada produksi hidrogen dari gas alam, seperti dibuat dengan cara industri dari beragam senyawa hidrokarbon seperti metana (CH4).

b. Apa ketidaksamaan pada gas CNG, LPG serta Vigas

Pemakaian bahan bakar gas di bagian otomotif yang umum yaitu CNG (Compressed Alami Gas) atau LGV (Liquid Gas Vehicle). Cuma saja ada ketidaksamaan dari ke-2 pemakaian bahan bakar gas itu. CNG yaitu gas alam berbentuk methan (CH4) sedang LGV yaitu kombinasi gas hidrokarbon (C3-C4) yang mana penyusun intinya yaitu propana (C3H8) serta butana (C4H10), gas ini dibuat dari penyulingan minyak bumi (LPG, Liquid Petroleum Gas) atau dari gas alam metana lewat satu sistem synthesis. Karena susunan kimia ke-2 gas itu jadi spesial untuk CNG atau methan (CH4, yang cuma mempunyai 1 karbon) dibutuhkan desakan (pressure) yang tinggi untuk memasukkan gas dalam tangki sampai gas itu jadi cair (kian lebih 300 bar atau lebih kurang 45000 psi). Karena jumlah susunan karbon yang banyak jadi untuk LGV dibutuhkan desakan rendah untuk memasukkan gas dalam tabung sampai cair. Sesaat LPG serta Vigas kedua-duanya adalah grup LGV yang mana penyusun kimia intinya yaitu propana serta butana. Type gas LGV yang bakal diaplikasikan oleh pemerintah yaitu Vigas (Vehicle Gas) serta cuma diperoleh distasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Ketidaksamaannya terdapat pada nilai RON oktannya, untuk LPG nilai oktannya 98 sampai 120 serta untuk Vigas nilai oktannya sebesar 98. Artinya Vigas yang bakal diaplikasikan oleh pemerintah telah sesuai oktannya mendekati oktan pertamax yang besarnya 95.

pertamina-solusi-bahan-bakar-berkualitas-dan-ramah-lingkungan

c. Adakah perbedaaan dari gas-gas itu dari tingkat bahayanya?

Setuju sesuai sama pengertian serta pemakaian kosakatanya kalau gas adalah bahan bakar bukanlah bahan peledak, jadi semuanya bahan bakar apakah itu bahan bakar minyak (BBM) atau bahan bakar gas (BBG) kedua-duanya mempunyai tingkat bahaya yang sama yakni terbakar. Sesaat ketidaksamaan ciri-ciri dari ke-2 klasifikasi gas CNG serta LGV (LPG serta Vigas) yaitu karakter tempati ruangan diudara. Gas CNG atau metana (CH4) yang cuma mempunyai 1 karbon lebih enteng dibanding dengan gas LGV (LPG serta Vigas) yang mempunyai banyak karbon dalam kandungannya. Oleh karenanya gas CNG lebih enteng serta menebar diudara sedang untuk gas LGV, apakah itu LPG atau Vigas lebih berat serta menebarnya ada di bawah. Artinya juga kalau gas CNG serta LGV mempunyai tingkat bahaya yang sama saat kandungan gasnya diudara jadi pekat serta tak bergantung lagi dari posisi gas tertulis di bawah atau menebar, yang pasti diudara jadi pekat. Bila kandungan gasnya pekat diudara jadi karakter terbakarnya gas bakal beralih jadi meledak lantaran karakter terbakarnya bahan bakar dengan cara spontan. Seperti kita kenali kalau pemakaian kosakata ´┐Żruang bakar´┐Ż pada arti tehnik didunia otomotif seperti mobil yaitu sistem pembakaran bahan bakar yang jemu dalam ruangan tertutup sampai meledak serta berlangsung dengan cara spontan untuk menggerakkan mesin.

d. Bagaimana menanggapi tingkat bahaya pemakaian gas CNG serta LGV?

Jauhi terjadinya kepekatan bahan bakar dalam ruang hingga sistem terbakarnya bahan bakar dengan cara spontan (atau kerap dimaksud meledak) bisa dijauhi. Tingkat bahaya ini sesungguhnya bisa diminimalisasi bila perlakuan serta langkah pemakaiannya benar. Hal semacam ini bisa dikerjakan lewat cara sosialisasi pemakaian bahan bakar gas serta minyak (BBG serta BBM) pada orang-orang yang benar. Apakah CNG yang enteng serta LGV (LPG atau Vigas) yang lebih berat, bisa diatasi dengan menggerakkan gas itu hingga tak jadi pekat, seperti pemakaian ventilasi atau kipas dalam ruang. Terjadinya ledakan tabung 3kg dimasyarakat karena pemakaian gas yg tidak benar serta tak disosialisaikan dengan baik, pembiaran orang-orang memakai gas dalam ruang tertutup. Sebagai contoh, di negara Jerman pada awal-awal pemakaian gas LPG pada kendaraan ada larangan untuk memarkir kendaraan ber-BBG di lantai dasar, dengan pertolongan sosialisasi, rutinitas pemakaian BBG serta pertolongan tehnologi (memakai kipas serta ventilasi di lantai dasar) jadi sekarang ini diijinkan kendaraan ber-BBG untuk parkir dibasemen.

e. Bagaimana menanggapi tingkat bahaya pemakaian gas LPG serta Vigas?

Seperti kita kenali kalau gas CNG, LPG serta Vigas adalah gas tak berwarna, tak berbau, serta berbentuk non logam, jadi pemakaian LPG dengan tabung fleksibel (tabung 3kg atau 12kg) lebih aman dibanding dengan pemakain gas yang lain memakai tabung fix yakni bau yang didapatkan pada gas LPG bertabung 3kg atau 12kg sebagai tanda kebocoran, tak seperti Vigas yang memakai tabung fix.

f. Bagaimana kwalitas bahan bakar LPG serta Vigas?

 

Seperti bahan bakar minyak (BBM) kwalitas bahan bakar gas (BBG) juga dipertanyakan. Memanglah ada kwalitas LPG yang mengedar sekarang ini akibat sistem memperoleh gas propana (C3H8) serta butana (C4H10) dari penyulingan minyak bumi atau sistem synthesis gas alam metana. Diluar itu kandungan kombinasi ke-2 gas itu propana serta butana tadi bakal beresiko memengaruhi kwalitas gas LPG serta Vigas keseluruhannya. Dengan kandungan kombinasi ke-2 gas itu akan membuahkan nilai oktan yang tidak sama sesudah digabung dengan unsur kimia yang lain. Yang ditakutkan yaitu kandungan air dalam gas LPG serta Vigas. Hal semacam ini tak berlangsung lantaran kandungan air dalam gas LPG serta Vigas rendah serta telah terkoreksi pada sistem synthesis dan kompresi untuk mencairkan gas propana serta butana jadi gas LPG serta Vigas dalam tabung. Tidak sama dengan biogas (gas methana, CH4) yang banyak terkandung air yang banyak serta cuma dikompres pada desakan yang begitu tinggi masuk dalam tabung. Oleh karenanya perawatan tabung CNG mesti lebih diutamakan dibanding pada pemakaian dengan tabung LPG. Kerap berlangsung kecelakaan pada tabung CNG lantaran terjadinya korosi akibat ada air dalam tabung serta meledak lantaran desakan yang begitu tinggi.

Tentang sigit muddi kuncoro

Saya adalah Seorang Radiografer,Internet Marketer,Blogger,Praktisi Search Engine Optimization (SEO), SEO Mania. Diawali dari hobi blogging pada tahun 2008 kemudian saya memutuskan untuk fokus mendalami cara untuk membangun, medesign dan mengoptimasi sebuah website agar website tersebut mudah dicari pada halaman satu mesin pencarian terutama GOOGLE secara lebih profesional, dengan keyakinan bahwa apa yang saya pelajari tersebut akan bermanfaat dikemudian hari baik untuk saya pribadi maupun masyarakat pada umumnya.

Lihat Juga

pertamina-solusi-bahan-bakar-berkualitas-dan-ramah-lingkungan

10 Merk Regulator Gas Paling Baik Serta Teraman 2016

(Last Updated On: December 28, 2016)10 Merk Regulator Gas Paling baik serta Teraman 2016 Regulator …